• August 8, 2022

Jessica iskandar korban penipuan triip.id, ini kronologinya!

Jessica iskandar korban penipuan triip.id, ini kronologinya!

jessica iskandar

Aktris Jessica Iskandar dan suaminya Vincent Verhaag diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh Komisaris Triip.id Christopher Steffanus Budianto. Bagaimana Jessica Iskandar menjadi korban dugaan penipuan Triip.id?

Kompas.com melaporkan Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag diduga menjadi korban penipuan Triip.id di antara mitra sewa mobil. Triip.id adalah perusahaan rental mobil mewah di Bali.

Dalam kerjasama ini Jessica Iskandar dan Vincent Verghaag juga menyewakan 11 mobil di Triip.id melalui Steffanus Budianto. “5 Alphard, 2 Porsche, 1 Mercedes-Benz S-Class, 1 Hummer, 1 Land Cruiser, 1 Mini Cooper,” kata Vincent Verhaag dalam konferensi pers di kawasan Menten, Jakarta Pusat, Kamis (14 Desember). ). /2022).

“Total kerugian mencapai Rp 9,853 miliar,” kata Fikri Gani, kuasa hukum Jessica Iskandar dan Vincent Vihag.

Jessica Iskandar merinci, 1 Alphard dan 1 Mini Cooper yang diduga korban penipuan Triip.id adalah milik pribadi. Pada saat yang sama, 4 Alphards, 2 Porsche dan 1 Hummer dibeli dari Steffanus.

Steffanus mengaku kepada Jessica Iskandar bahwa mobil yang mereka beli dari joint venture itu adalah mobil gadai untuk beberapa orang. “Sesuai kesepakatan, setelah 2 bulan (tidak bayar), kendaraan yang digadaikan akan menjadi milik saya. Steffanus kembali menawarkan kendaraan tersebut untuk disewa melalui Triip.id, dengan bagi hasil yang berbeda per kendaraan,” kata Jessica Iskandar.

Pada saat yang sama, Jessica Iskandar dan Steffanus bersama-sama membeli Mercedes-Benz S Class dan Land Cruiser. Setelah itu, mobil JV disewakan melalui Triip.id.

“Selain mobil mewah ini juga ada uang tunai $30.000 yang Steffanus beli seharga Rp15.000 per dolar,” kata Jessica Iskandar.

Namun, Jessica Iskandar baru sadar menjadi korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan Komisaris Triip.id Christopher Steffanus Budianto setelah bertanya kepada teman yang juga mengenal Steffanus. Selain itu, ia memeriksa hasil mutasi rekening bank.

Hingga saat ini, Jessica Iskandar tidak mengetahui keberadaan 11 kendaraan tersebut, dan mengaku merugi hampir 10 miliar rupiah. Sementara itu, Vincent Verhaag mengaku telah berhasil menghubungi Steffanus.

“Merry (teman Jessica Iskandar) mengatakan ada indikasi penipuan karena Steffanus kabur ke Singapura,” kata Jessica Iskandar.

“Saat suami saya mencoba menghubungi Steffanus, dia mengaku selingkuh,” lanjut Jessica Iskandar.

Jessica Iskandar melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2022 melalui kuasa hukumnya, Septio Jatmiko Prabowo Putra. Laporan tersebut bernomor LP/B/2947/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP.

Terkait dugaan penipuan yang dilakukan Komisaris Triip.id Christopher Steffanus Budianto, Kontan.co.id berusaha menelusuri situs Tiip.id. Padahal, situs Triip.id tidak ada.

Upaya Kontan.co.id untuk meminta konfirmasi laporan dugaan penipuan melalui nomor telepon yang tertera di akun media sosial Triip.id juga belum terjawab.

Sementara itu, di akun media sosial Triip.id, mereka mengaku sebagai penyedia rental mobil mewah untuk perjalanan ke Bali. Triip.id juga telah berkolaborasi dengan banyak artis ternama di akun media sosial, termasuk Jessica Iskandar.

Kabar duka datang dari Jessica Iskandar yang diduga ditipu oleh pengusaha jasa rental mobil bernama Christopher Steffanus Budianto atau Steven. Aktris yang akrab disapa Jedar itu kini telah kehilangan 11 mobil mewahnya karena ingin memberikan berkas kendaraan itu kepada Steven secara cuma-cuma.

Jedar melaporkan Steven ke Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2022, setelah menyadari dirinya menjadi korban penipuan. Yuk simak kronologi Jessica Iskandar ditipu oleh jasa rental mobil berikut ini.

Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag menggelar konferensi pers pada Kamis (14/7/2022) di kawasan Muteng Jakarta Pusat membahas kerugian yang bersama-sama menelan biaya hingga Rp 9,8 miliar kasus penipuan bisnis rental mobil. [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]

Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag menggelar konferensi pers pada Kamis (14/7/2022) di kawasan Muteng Jakarta Pusat membahas kerugian yang bersama-sama menelan biaya hingga Rp 9,8 miliar kasus penipuan bisnis rental mobil. [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]

1. Mulailah dengan kerjasama

Jedar yang didampingi Vincent Verhaag dan kuasa hukumnya Elza Syarief menceritakan kronologis dugaan penipuan tersebut saat jumpa pers di kawasan Ratuhari, Jakarta Selatan, Kamis (14 Juli 2022). Jedar dan Steven dikabarkan akan bekerja sama untuk menyelamatkan mobil pribadi untuk disewa pada tahun 2021.

“Saya meninggalkan mobil pribadi saya, Alphard, dan menyewanya melalui perusahaannya selama setahun karena mobil itu di Jakarta dan tidak digunakan,” kata Jedar.

Awalnya, Jedar dan Steven bekerja sama dengan baik. Jedar juga mendapat bagi hasil Rp 66 juta setiap tiga bulan sewa. Dari sana, Jedar mengikuti saran Steven dan menyerahkan STNK dan BPKB kendaraan tanpa ragu.

“Masalahnya mobil itu akan disewakan ke mesin negara, jadi status kepemilikannya harus jelas. Plat nomor mobilnya akan diganti sementara,” jelas Jedar.

Kerja sama berlanjut setelah Jedar menyewakan mobil Mini Cooper miliknya dengan bagi hasil Rp 35 juta per bulan. Steven menggunakan cara yang sama lagi, meminta STNK dan BPKB.

2. Kerjasama mulai menyimpang

Dengan peluang bisnis yang cukup menggiurkan, Jedar setuju untuk membeli beberapa mobil dari Steven, seperti 4 Toyota Alphards, 2 Porsche dan 1 Hummer. Selain itu, Steven juga mengajak Jada untuk bersama-sama membeli Mercedes-Benz Z-Class dan Land Cruiser dengan alasan sudah memiliki calon penyewa.

Namun, setelah melakukan berbagai transaksi, Jada menemukan sesuatu yang aneh. Steven tidak lagi mengirimkan dana bagi hasil seperti menugaskan 1 Toyota Alphard dan Mini Cooper. Bahkan Steven yang dijanjikan Rp 9,85 miliar, ternyata hanya mengirimkan bukti transfer palsu. Jedar juga belum mengetahui nasib 11 mobil mewah yang dipercayakan kepada Steven.

3. Petugas Steven

Sadar menjadi korban penipuan, Jedar melaporkan Steven ke Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2022. Steven telah didakwa dengan penipuan dan penggelapan berdasarkan Bagian 378 dan/atau 372 KUHP.

Saat ini, laporan Jedar telah diproses dan beberapa saksi sedang diperiksa. Sementara itu, Steven sendiri dikabarkan masih berada di Singapura.

“Saat ini prosedur pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Saya yakin Indonesia adalah negara hukum. Jadi saya berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya agar bisa segera dimintai pertanggungjawaban dan tidak ada korban lain dalam kasus ini. masa depan,” kata Jadar.